MERAWAT DAN MEMBUMIKAN GAGASAN : ESSAI TENTANG POLITIK, FILSAFAT DAN PERSOALAN SOSIAL - BUDAYA
MERAWAT DAN MEMBUMIKAN GAGASAN : ESSAI TENTANG POLITIK, FILSAFAT DAN PERSOALAN SOSIAL - BUDAYA
Setiap zaman memiliki tantangan yang
berbeda-beda. Ada masa ketika tantangan terbesar manusia adalah bertahan hidup
dari tekanan alam. Ini terjadi sebelum revolusi kognitif. Saat itu manusia
menjadi kelas menengah dari rantai makanan sehingga sewaktu-waktu menjadi
mangsa spesies lain seperti singa, ular, dan harimau. Ada masa ketika tantangan
terbesar manusia adalah perang, wabah penyakit, dan kemiskinan. Ini terjadi
sejak manusia beralih menjadi masyarakat agrikultural, terbentuknya kerajaan hingga
imperium, dan selama abad pertengahan hingga abad ke-20.
Pada abad ke-21, wabah penyakit,
kemiskinan dan perang memang belum sepenuhnya hilang, tetapi dampaknya sudah
cenderung dapat diminimalisir, terutama di negara-negara maju yang memiliki
institusi politik, ekonomi dan sistem kesehatan yang baik. Kualitas semacam itu
umumnya dijumpai pada negara-negara maju, baik di Eropa, Amerika Utara, dan
sebagian negara-negara Asia (Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan).
Sementara kita tidak bisa mengingkari bahwa ada sejumlah negara yang masih bergulat
dengan persoalan kemiskinan, perang, dan wabah penyakit, seperti di Sudan,
Somalia, dan Republik Demokratik Kongo, serta wilayah Palestina akibat konflik
kemanusiaan yang berkepanjangan.
Tanpa bermaksud mengesampingkan
fakta-fakta di atas, saya ingin menegaskan bahwa masalah yang banyak dihadapi
saat ini adalah kemajuan teknologi dan melimpahnya informasi. Tantangan
mendasarnya adalah bagaimana menjaga kejernihan berpikir dan merawat nalar di tengah
kehidupan yang gaduh oleh informasi yang saat ini tidak hanya bisa diproduksi
oleh manusia tetapi juga oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Beberapa tulisan dalam buku ini merupakan catatan reflektif saya dalam merespon
fenomena ini, terutama masifnya informasi dan kemajuan AI di bidang politik dan
isu-isu demokrasi. Beberapa tulisan dalam buku ini juga mengomentari tema
filsafat seperti kekuasaan, hermeneutika, relasi agama dan sains, teori politik
hingga refleksi mengenai kehidupan tokoh besar seperti Mahatma Gandhi. Dan yang
terakhir, tulisan-tulisan dalam buku ini menguraikan dan mengomentari persoalan-persoalan
sosial-budaya.
Buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan himpunan serpihan pemikiran, keresahan, sekaligus catatan reflektif yang saya tulis sejak 2012 hingga 2025. Tahun 2012 adalah momen ketika saya memulai perkuliahan di program pascasarjana, jurusan Antropologi, Universitas Hasanuddin. Saat itu motivasi belajar dan menulis saya sedang tumbuh subur sehingga banyak tulisan yang dibuat untuk sebagai wujud refleksi dan abstraksi atas fenomena yang diramu dengan berbagai teori yang sedang dibaca. Tapi kemudian kesibukan perkuliahan datang memberi jeda. Saya jelas harus berfokus pada tugas kuliah dan kemudian menyusun tesis. Karena alasan itu, saya harus jujur bahwa sebagian besar tulisan dalam buku ini justru saya hasilkan pada periode 2015 – 2020, ketika saya sudah menyelesaikan studi dan mulai terlibat dalam berbagai riset serta dunia penulisan jurnal ilmiah..







